26 Juli 2012

Belilah Takjil Semampunya dan Nge-Blog-lah Sekuatnya


Apa hubungannya takjil dengan nge-blog? Mungkin itulah pertanyaan yang meluncur dari benak Anda ketika membaca judul di atas. Aneh memang membaca adanya korelasi antara makanan dengan nge-blog, apalagi ketika membahas takjil dan teman-temannya di kala puasa seperti ini, hehehe… Hitung-hitung sekalian belajar sabar dengan menahan nafsu J

Takjil, merupakan makanan wajib yang ada selama bulan puasa. Berbagai macam makanan ringan sebagai menu awal pembuka puasa ini dapat ditemui dimana saja, tinggal pilih sesuai selera. Tapi, apa yang namanya selera ini berkaitan dengan “lapar mata”, mengikuti nafsu dan semuanya dibeli, beringas kata si kakek. Hingga pada akhirnya, kita tidak bisa menghabiskan semua takjil tersebut, keburu kekenyangan. Apa yang terjadi pada takjil? Takjil dibuang dan menjadi makanan yang mubazir. Astagfirullah….

Kalaupun takjil habis disantap semua, maka ada kemungkinan makanan berat berikutnya yang akan tersisa dan menunggu untuk dibuang karena perut sudah terlalu penuh, bahkan mungkin udara pun tidak muat lagi di dalamnya. Kalau sudah seperti ini, yang ada hanyalah rasa penyesalan (iya kalau menyesal, lah kalau nggak? -_____- ) mengapa mengikuti hawa nafsu membeli banyak takjil.

Penyesalan selalu datang pada akhir episode, jadi sebelum menyesal untuk kesalahan yang sama, lebih baik kita belajar untuk menge-rem nafsu itu. Mulut kita ini cuma satu kawan, kalau semua makanan masuk bisa bahaya :D Jadi, belilah takjil semampu Anda. Semampu mulut mengunyah makanan, semampu perut menampungnya, dan semampu dompet membelinya.

Lantas, apa hubungannya takjil dengan nge-blog? Kalau waktu untuk ngabuburit itu dihabiskan di depan komputer untuk menulis atau memposting dan meng-update blog, maka waktu yang tersisa untuk membeli takjil akan semakin sedikit (hehehe… ini alasan yang rada maksa ya :p ). Menghabiskan waktu untuk nge-blog merupakan cara yang lumayan efektif untuk meredam nafsu makan buas tersebut atau meredam bunyi perut yang sudah konser keroncongan atau menyembunyikan suara aliran tenggorokan yang kering kerontang.

Tapi jangan pula Anda blogwalking ke blog teman-teman yang khusus membahas tentang makanan, wah bisa semakin gawat nafsu makannya ntar, bisa lebih beringas :D Kalau membeli takjil semampunya saja, berbeda dengan nge-blog sekuatnya. Selagi Anda masih kuat nge-blog, mengapa tidak dilanjutkan saja? Menjalankan ibadah puasa kan tidak harus menahan nafsu untuk nge-blog, tapi selama nge-blog-nya bermanfaat ya J

Jadi, masih kuat makan kan? Eh, maksudnya masih kuat nge-blog kan? :D


260712

5 komentar:

A. Y. Indrayana mengatakan...

Setujuuu sekali dengan statement Anda ... !!!!
Kita bisa menahan lapar dan haus dengan mencanangkan kembali gerakan "Ngabuburit by Blogwalking"
Berbagi adalah ibadah, betul ^ ^

Anonim mengatakan...

memang kalau belum berbuka, seolah apa saja mau dimakan. liat makanan yang belum tentu enak udah mupeng. jadi belilah takjil yang awet sampai sahur *loh

Irda Handayani mengatakan...

@Indrayana : betul betul betul :)

@Ridhoadhie : nah looohhh... makanan apakah itu??? :D

Keke Naima mengatakan...

ngabuburit dg BW ide bagus kayaknya :D

Irda Handayani mengatakan...

@ke2nai : yoi Bunda :D

Posting Komentar

ShareThis