Ketika membaca kata pengantar dari buku dwilogi Padang Bulan – Cinta di Dalam Gelas-nya Anrea Hirata, ada kalimat yang membuat saya merasa terpaku membacanya. Kalimat itu berbunyi “Saat ini Andrea Hirata lebih banyak tinggal di tempat kelahirannya di Pulau Belitong …. Di pulau itu Andrea tinggal bersama orang tuanya, namun lebih banyak melewatkan waktu di sebuah kabin di pinggir sungai, di tepi kampungnya, tanpa jaringan telepon, tanpa internet, dan tanpa listrik”
Saya terdetak membacanya, mungkin inilah salah satu faktor terpenting bagi seorang Andrea Hirata untuk menghasilkan karya tulis yang mendunia. Faktor ketenangan. Memang, sebagian besar penulis hebat dan best seller memiliki tempat khusus untuk menuangkan semua inspirasi menulisnya. Ada yang berdiam diri di perpustakaan pribadi, ada yang menulis di padang rumput, ada yang menulis di tepi pantai, ada juga yang menulis di dalam kamar pribadi atau di kantornya. Semua tempat tersebut adalah tempat yang sangat privacy, dimana penulis memiliki waktu dan dirinya sepenuhnya, dan tidak ada yang boleh atau bisa untuk mengganggu gugatnya.













