1 Juni 2012

Riset Itu Tentang Kegelisahan


Pada update blog RBI kemarin malam, saya meninggalkan beberapa pertanyaan seperti ini :
Seperti apa sih riset itu? Bagaimana sih melakukan riset kecil-kecilan dan sederhana? Apa saja sih yang diperlukan dalam melakukan riset? Nah, tunggu pembahasan berikutnya ya, Insya Allah besok malam saya mampir lagi untuk membahas tentang riset.

Sesuai janji saya tersebut, maka malam ini saya akan menulis dan membahas tentang riset sebagai pendukung tulisan di blog Anda. Kutipan hasil seminar tentang Blogger Nggak Cuma Nge-Blog, yaitu :
Cara mudah untuk memulai riset adalah dengan melihat dan merasakan apa yang terjadi di sekeliling Anda. Kemudian, bangkitkan pertanyaan ini : “Apa yang membuat Anda gelisah?”

Nah, mulai terlihat kisi-kisi bagaimana caranya melakukan riset untuk tulisan di blog kan? Saya pribadi adalah termasuk orang yang suka mengamati dan mempelajari keadaan, dan saya suka mengambil adegan-adegan biasa tetapi memiliki makna yang sangat dalam dan luar biasa. Misalnya, ketika sedang berhenti di lampu merah, saya menikmati waktu senggang beberapa menit itu untuk mengamati keadaan. Bila ada hal-hal yang tidak sesuai dengan prinsip saya atau ada kejadian yang menarik, maka naluri jurnalistik saya mulai menggeliat dan bertanya-tanya, rasa gelisah ingin mencari tahu lebih detail.


Kegelisahan itu akan berlanjut menjadi berbagai pertanyaan, dimana pertanyaan itu membutuhkan jawaban atau solusi. Semakin berputarlah otak Anda untuk menghasilkan ide atau konsep untuk meredakan kegelisahan itu. Lihat, amati, bertanya, mencoba mencari jawaban dan solusinya, hingga lahirlah ide atau konsep tulisan yang akan diposting di blog Anda. Ya, alurnya hanya sesederhana itu, sesederhana menjalankan dan menikmatinya.

Jangan khawatir bila Anda tidak memiliki jiwa jurnalistik yang menggelitik otak untuk mencari hal-hal unik dan menarik, tanpa Anda sadari, Anda telah menjadi seorang jurnalistik amatir ketika Anda melayangkan pertanyaan. Cobalah sesekali menganggap bahwa diri Anda adalah seorang jurnalistik yang sedang menjalankan tugas untuk mengejar deadline di sebuah surat kabar nasional, seru loh?! (pengalaman pribadi saya ini, hahahaha… :D ).

Bila sempat, cobalah mendokumentasikan kejadian-kejadian menarik yang Anda temui. Tidak harus menggunakan kamera canggih atau gadget trendi, cukup menggunakan kamera HP yang Anda miliki. Jepret sana, jepret sini, jadi deuh beberapa foto sebagai barbut (=barang bukti) yang memperkuat riset kecil-kecilan Anda. Foto memang tidak harus selalu ada di setiap tulisan, namun kehadiran foto akan membuat tulisan Anda terkesan semakin elit dan terlihat tidak monoton dengan rangkaian kata-kata.

Tulisan akan sangat baik jika dipaparkan dengan fakta atau opini, tentunya dengan argumentasi yang baik, bahasa yang sopan dan tidak mengandung SARA atau memprovokasi. Bila Anda sudah terbiasa menempatkan diri menjadi seorang jurnalistik dadakan, maka Anda tidak akan kesulitan lagi mencari ide untuk tulisan Anda di blog.

So, make your self to be a journalistic and trust that you can make a good article J
Good night…


010612

0 komentar:

Posting Komentar

ShareThis